Hikmah Ramadhan (XIII): Pesan Ramadhan Rasulullah

Kita dalam menyambut dan memuliakan bulan Ramadhan sering hanya mempersiapkan kebutuhan jasmaniah saja. Bahkan pakaian ibadah yang serba baru dan bukan dalam persepsi ini tidak boleh, tetapi kebutuhan  spiritual baik berupa ilmu dan hal lainnya yang  menunjang untuk kesempurnaan berbagai macam  ibadah di bulan Ramadhan juga sangat penting. Dalam hal ini kita harus meneladani baginda Raulullah Saw dalam menyambut Syahrul Mubarak tersebut.
Nabi Muhammad Saw dalam hal ini telah memberikan nasehat dan pesan kepada para sahabat untuk  menyiapkan diri semaksimal mugkin dalam menyambut bulan mulia dan berkah itu dan terlebih utamanya dengan mengisinya  bulan Ramadhan dengan amal ibadah. 
Menanggapi fenomena ini, terdapat sebuah hadist yang  diriwayatkan oleh Salman Al-Farisi berisikan pesan  Rasulullah di harapan para sahabat tepatnya di akhir Sya’ban, beliau bersabda,“Wahai sekalian manusia. Kalian akan dinaungi oleh bulan yang agung nan penuh berkah. Padanya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu malam. Allah menjadikan puasa di bulan itu sebagai kewajiban dan qiyamnya sebagai perbuatan sunnah. Siapa yang mendekatkan diri kepada-Nya dengan amal kebaikan seolah-olah ia telah melakukan kewajiban di bulan lain. Dan barangsiapa melakukan kewajiban pada bulan itu maka ia seolah telah melakukan tujuh puluh kewajiban di bulan lain. Ia adalah bulan kesabaran dan kesabaran itu adalah jalan menuju surga. Ia adalah bulan keteladanan dan bulan dimana rezki dimudahkan bagi orang mukmin. Siapa memberi buka kepada orang yang berpuasa maka ia mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya dan lehernya diselamatkan dari api neraka. Ia juga mendapatkan pahalanya tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.” Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidak semua kita bisa memberi buka bagi orang puasa.” Rasulullah menjawab, “Allah memberi pahala yang sama kepada orang yang memberi buka walau sekadar kurma dan seteguk air atau seteguk air susu. Ia adalah bulan dimana permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan, dan ujungnya diselamatkannya seseorang dari neraka. Barangsiapa meringankan budaknya Allah mengampuninya dan membebaskannya dari neraka. Perbanyaklah kalian melakukan empat hal: dua hal pertama Allah ridha kepada kalian, yaitu mengucapkan syahadat tiada ilah(tuhan) selain Allah dan meminta ampunan kepada-Nya. Sedangkan hal berikutnya adalah yang kalian pasti membutuhkannya; yaitu agar kalian meminta surga kepada Allah dan berlindung kepada-Nya dari neraka. Barangsiapa memberi minum orang berpuasa maka Allah akan memberinya minum dari telagaku yang tidak akan pernah haus sampai dia masuk ke dalam surga.” (Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

Berdasarkan hadist diatas Rasulullah sangat menganjurkan kepada sahabat juga kepada kita untuk mengisi bulanRamadhan dengan bermacam ibadah termasuk memberi sedekah kepada sesame dengan mengajak untuk “Bubar” (buka puasa bersama) dan lainnya. intinya meningkat ibadah bukan hanya lewat jalur vertical, namun ibadah via horizontalpun tidak kalah lebih penting juga.

Subscribe to receive free email updates: