Berkurban dan Aqiqah Sekaligus, Bolehkah?


Berqurban dan aqiqah merupakan dua ibadah yang sangat di anjurkan dalam syariat Islam. Melihat fenomena tersebut sehingga realita dalam masyarakat ketika menjelang pelaksanaan qurban, mereka berusaha dapat melakukan kedua ibadah tersebut secara sekaligus, dalam aplikasinya meniatinya untuk kedua ibadah tersebut pada seekor kambing umpamanya. Melihat fenomena ini para ulama berselisih pendapat tentang  permasalahan tersebut kepada dua pendapat
\
  1. Tidak Boleh
Syekh Ibnu Hajar mengomentari tentang seorang yang meniati untuk berqurban dan aqiqah sekaligus terhadap seekor kambing tidak dianggap keduanya. Pendapat ini juga didukung oleh mazhab Malikiyah yang beragumen sama.

  1. Boleh
Imam Ramli menyebutkan seorang yang meniati berqurban dan aqiqah sekaligus terhadap seekor kambing umpamanya hasillah kedua ibadah tersebut. Pendapat ini juga di utarakan oleh kalangan ulama mazhab Hambali, tabi’in seperti Hasan Bashri,Qatadah, Hisyam dan lainnya.



Alasan kebolehannya sebagaiman diungkapkan oleh Imam Al-Bahuti salah seorang ulama mazhab Hambali menyebutkan seandainya seorang anak yang lahir jatuh hari ke tujuhnya dalam masa di sunatkan berqurban pada hari raya idhul adha, maka di bolehkan untuk berqurban sekaligus diniatkan kepada aqiqah juga dengan mengkiaskan kepada jika  hari aid bertepatan dengan hari jum’at,kita melakukan mandi aid sekaligus mandi jumat atau sebaliknya sekaligus.

Pendapat yang saheh (kuat) dalam mazhab Imam syafi’I yang dikemukakan oleh Syekh Ibnu Hajar beliau menyebutkan bahwa tidak dapat hasil dua ibadah sekaligus antara qurban dan aqiqah, alasannya :

  1. Berqurban dan aqiqah keduanya merupakan ibadah sunat yang maqsudah, artinya kedua ibadah itu mempunyai tujuan masing-masing walaupun ada juga persamaannya.
  2. Ibadah berqurban orientasinya untuk “dhiafah ammah” artinya penjamuan secara umum berbeda dengan aqiqah, orientasinya untuk dhiafah khashah (penjamuan secara khusus),
  3. Perbedaan  lainnya aqiqah  di sunatkan memasak sedangkan berqurban tidak disunatkan
  4. Aqiqah boleh dihadiahkan kepada orang kaya untuk di miliki dan mempergunakan baik di jual atau lainnya sebab bukan dhiafah ammah
  5. Berqurban boleh juga diberikan untuk orang kaya dengan sekedar untuk makan tetapi dia tidak boleh mempergunakannya semisal menjual

Melihat problema diatas yang terjadi khilaf pendapat seandainya dilakukan berqurban dan aqiqah sekaligus dalam masa dianjurkan berqurban yakni 10 Zulhijjah hingga akhir hari tasyrik, namun apabila dillaksanakan diluar waktu tersebut jelas bahwa tidak ada khilaf pendapat diantara Imam Ramli dan Syekh Ibnu Hajar tentang permasalahan tersebut.

Referensi :
1.      Kitab Nihayah Al-Muhtaj:VIII:145-146,
2.      Kitab Fathul Bari:XII:13
3.      Syekh Ibnu Hajar, Kitab Tuhfah Al-Muhtaj: IX : 422, 429, 431- 432)
4.      Kitab Itsmid al-Ainain Fi Ikhtilaf Syaikhain:  77
5.      Syarah Muntaha Al-iradaat: IV:146


Subscribe to receive free email updates: