Maqam Zikir Suluk (I): Zikir Lathaif

Ibadah suluk mempunyai maqam-maqam tersendiri. Sebenarnya zikir dalam tawajuh non suluk juga amalan zikir suluk yakni ismu zat. Namun disini penulis ingin menguraikan maqam zikir dalam suluk secara khusus. Zikir dalam tarekat Naqsyabandi itu bertalaqqi atau berjenjang.
  1. Maqam zikir dalam amalan suluk yaitu:
1)      Maqam pertama Zikir Mukasyaf
             Yaitu zikir dengan menyebut nama   الله” dalam hati sebanyak 5000 kali sehari semalam.

2)      Maqam kedua  Zikir Lathaif [1]
            Yaitu zikir sebanyak 11000 kali dengan menyebut nama Allah dalam hati, dalam jumlah dan maqam yang berbeda. Maksud dari lathaif ialah suatu tempat yang sangat halus lagi alat yang terpenting yang dirahasiakan dalam tubuh manusia.           

            Adapun maqam (maqam) dalam zikir lataif ini ada tujuh macam yaitu:
a)       Lathifatul Qalbi, Zikir sebanyak 5000 kali, ditempatkan di bawah  susu   kiri kurang lebih dua jari ke arah dada.
b)       Lathifatul Ruh, zikir sebanyak 1000 kali, di atas dada kanan, kira-kira dua jari ke kanan
c)       Lathifatul Sirri, yaitu zikir sebanyak 1000 kali, di atas dada kiri kira-kira dua jari ke kanan.
d)      Lathifhatul Khafi, zikir 1000 kali di atas dada.
e)       Lathifatul Akhfa, Zikir 1000 kali di tengah-tengah dada.
f)        Lathifatul Nafsin Nathiqah, zikir 1000 kali di atas kening.
g)       Latihfatul Jami’ul A’dhaa, zikir 1000 kali di seluruh tubuh.
3)      Tingkat ketiga Zikir Nafi Isbat
            Zikir ini dengan menyebut kalimat  الله لا اله الا di dalam hati  yang jumlah bilangannya ditentukan oleh mursyid. Sedangkan pelaksanaannya             ada dua macam:
a.        Cara Naik, yaitu mula-mula hendaklah dimulai zikir itu dari pusat dengan kalimat لا dan terus naikkan dengan isyarah kepala melalui tengah dada langsung ke ubun-ubun dan dari situ palingkan isyarah muka ke bahu kanan dengan kalimat  اله”.
b.       Cara Turun, yaitu mulai dari bahu kanan, turunkan dengan kalimat الله الاSerta isyarah pukulan angguk kepala sebagai pukulan yang berat langsung kepada hati sanubari di dalam qalbi di bawah susu kiri, sesuai dengan garis seumpama benang yang telah direntangkan menurut gambar huruf لا, hamzah terbalik. Berulang-ulang kali dikerjakan demikian dengan hati          
4)      Maqam keempat Wukuf
            Makna Wukuf di dalam bahasa Arab adalah berhenti,[2] sedangkan yang dimaksud di dalam tarekat adalah berhenti mengingat zat Allah dalam keadaan badan tetap dan hati tenang. Kaifiahnya ialah sebagai berikut:
a)         Hadirkan lathaif-lathaif yang tujuh dari semua lathaif yang lalu.
b)        Hadirkan pula seluruh anggota badan pada menghadirkan Allah
c)         Apabila telah hadir dua macam tersebut, maka barulah dilakukan wukuf, yakni berhenti mengingat Zat Allah, Zat yang tidak ada misel dan kaifiah dengan ingatan yang bulat, sehingga semua ingatan dan perasaan hanya tertuju pada Zat Allah dan merasakan hadir di hadapan-Nya




[1] Bentuk Jamak dari Lathifah adalah Latha’if, menurut Mir Valiuddin, Lathataif adalah sesuatu yang dipahami , tetapi tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Lathaif adalah suatu alat pemahaman spritual. Ia bukanlah bukanlah sebuah entitas fisikal, melainkan entitas spritual, Lihat Mir Valiuddin, Zikir dan Kontemplasi …,  h. 141.
[2]Ahmad Wirson Munawwir, Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia, (Surabaya: Pustaka Progresif, 1997), h. 1576.

Subscribe to receive free email updates: