Zikir Khatam Khawajakan


Zikir Khatam Khawajakan itu merupakan zikir penutup dalam serangkaian zikir. Zikir ini boleh dikerjakan diluar suluk, dengan mengumpulkan beberapa orang minimal 13 orang dengan pimpinan seorang Khalifah. Khatam artinya penutup, sedangkan Khawajakan, berasal dari bahasa Persia, artinya syekh-syekh. Khatam Khawajakan artinya serangkaian wirid, ayat, selawat, dan doa yang menutup setiap zikir berjamaah. Khatam dianggap sebagai tiang ketiga Naqsyabadiyah. Khatam dibaca pada tempat yang tidak ada orang luar, dan pintu harus tertutup. Tidak seorang pun boleh ikut serta tanpa izin  dari syekh.[1]

Syekh Amin Kurdi di dalam kitabnya (Tanwiiru al-Qulub) menjelaskan tentang adab-adab dan metode khatam tersebut sebagai berikut:
  1. Adab-adab Khatam Khawajakan ada 8 adab:
1)      Suci dari hadas dan najis.
2)      Tempat khatam sunyi dari manusia.
3)      Khusu’ dan merasakan Allah memperhatikan kita.
4)      Mendapat izin dari mursyid tarekat.
5)      Mengunci pintu masuk ke ruangan pelaksanaan khatam.
6)      Memejamkan dua mata mulai dari khatam hingga habis khatam.
7)      Kosentrasi penuh kepada mengingat Allah.
8)      Duduk tawaruk terbalik dari tawaruk dalam shalat

  1. Rukun-rukun Khatam Khawajakan, ada 10 rukun:
1)      Pembacaan istighfar sebanyak 15 atau 25 kali.s
2)      Melakukan rabitah syekh atau mursyid seperti yang telah dijelaskan.       
3)      Membaca 7 kali surat al-Fatihah.
4)      Membaca shalaw at 100 kali.
5)      Membaca 77 kali surat al-Insyirah.
6)      Membaca 1001 kali surat al-Ikhlas 1001 kali.
7)      Membaca 7 kali surat al-Fatihah.
8)      Membaca shalawat 100 kali.
9)      Membaca doa yang telah ditentukan oleh mursyid.
10)  Membaca ayat-ayat dari al-Qur’an.[2]

Pelaksanaan khatam ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun bila dilakukan dengan jamaah yang banyak, tentu saja akan lebih ringkas. Biasanya dalam pelaksanaan khatam yang sudah diperingkas, satu hal yang tidak boleh ditinggalkan adalah doa. Menurut sebagian ulama tasawuf, siapa saja yang berdoa setelah khatam tersebut, maka doanya akan diterima oleh Allah SWT, dan tercapai segala keinginannya dalam waktu singkat (tidak akan melewati empat hari dengan izin Allah SWT.[3]






[1]Sri Mulyati, Tarekat-Tarekat Muktabarah …., h. 112.
[2] Muhammad Amin Kurdi, Tanwiiru  Al-Qulub, (Surabaya:  Al-Hidayah), h. 520-521.
[3] Muhammad Haqqi Nazili, Khazinatu Al-Asrar, (Semarang:  Toha  Putera), h. 188.

Subscribe to receive free email updates: