Bulan Rajab (IX):Istigfar Rajab dan Faidahnya

Bulan Rajab merupakan bulan badah dan salah satu amaliah yang sering di lakukan oleh para ulama terdahulu dan mereka mengabadikannya dalam turast klasik berupaq “istigfar Rajab”. Keangungan dan kelebihan “istigfar ini” sangat banyak dan telah teruji keampuhannya
Faidah dan Kelebihan Istigfar Rajab
Istigfar ini sangat banyakfaidah dan hikmahnya, ini sebagaimana di sebutkan dalam hadist Nabi SAW: “Barangsiapa membaca akan ISTIGHFAR ini, maka dibuat baginya 80 Negeri di dalam Syurga, dan tiap-tiap 1 Negeri itu 80 Mahligai, dan pada tiap-tiap 1 Mahligai itu 80 Rumah, dan pada tiap-tiap Rumah 80 Pemajangan, dan pada tiap-tiap 1 Pemajangan itu 80 Bantal, dan pada tiap-tiap 1 Bantal itu 8 Bidadari.”

Dalam hadist lain merespon kelebihan dan keagungan “istigfar Rajab” baginda Rasulullah SAW, pernah bersabda kepada sahabat Ali ibnu Abu Thalib ra, “Hai Ali, bacalah istighfar ini”. Barangsiapa yang membaca istighfar ini atau meletakkan tulisannya di dalam rumahnya atau pada hartanya, atau mengandalkan segala sesuatu kepadanya maka Allah SWT akan memberikan kepadanya pahala yang sama dengan pahala delapan puluh ribu nabi, para shiddiiqiin, para malaikat dan para syuhada, juga pahala haji dan umroh serta pahala membangun delapan puluh ribu buah masjid. Dan barangsiapa yang membaca istighfar ini selama hidupnya sebanyak empat kali, tiga kali atau dua kali, maka diampunilah segala dosanya, sekalipun pada awalnya dia harus masuk neraka.

Sudah sepatutnya istighfar ini kita rutinitaskan setiap malam atau siang hari, agar dapat meraih hikmah dan pahala yang besar tersebut.
Bunyi Do’a Istighfar Rajab
اَسْتَغْفِرُاللهَ اْلعَظِيْمَ ،اَلَّذِيْ لآاِلَهَ اِلاَّ هُوَاْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ مِنْ جَمِيْعِ اْلمَعَاصِيْ وَالذُّنُوْبِ، وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ مِنْ جَمِيْعِ مَاكَرِهَ اللهُ قَوْلاً وَفِعْلاً وَسَمْعًا وَبَصَرًا وَّحَاصِرًا، اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْتَغْفِرُكَ لِمَا قَدَّمْتُ وَمَااَخَرْتُ وَمَااَسْرَفْتُ وَمَااَسْرَرْتُ وَمَااَعْلَنْتُ وَمَااَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مَنِّيْ اَنْتَ اْلمُقَدِّمُ وَاَنْتَ اْلمُؤَخِّرُ وَاَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اََسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ تُبْتُ اِلَيْكَ مِنْهُ ثُمَّ عُدْتُ فِيْهِ، اَسْتَغْفِرُكَ بِمَااَرَدْتُ بِه وَجْهَكَ اْلكَرِيْمَ فَخَالَطْتُهُ بِمَالَيْسَ لَكَ بِه رِضًى، وَاَسْتَغْفِرُكَ بِمَا وَعَدْتُكَ بِه نَفْسِيْ ثُمَّ اَخْلَفْتُكَ، وَاَسْتَغْفِرُكَ بِمَادَعَالِيْ اِلَيْهِ اْلهَوَى مِنْ قَبْلِ اْلرُّخَصِ مِمَّااشْتَبَهَ عَلَيَّ وَهَوَعِنْدَكَ مَحْظُوْرٌ، وَاَسْتَغْفِرُكَ مِنَ النِّعَمِ الَّتِيْ اَنْعَمْتَ بِهَاعَلَيَّ فَصَرَفْتُهَا وَتَقَوَّيْتُ بِهَاعَلَى اْلمَعَاصِيْ، وَاَسْتَغْفِرُكَ مِنَ الذُّنُوْبِ الَّتِيْ لاَيَغْفِرُهَا غَيْرُكَ وَلاَيَطَّلِعُ عَلَيْهَااَحَدٌ سِوَاكَ وَلاَيَسَعُهَا اِلاَّ رَحْمَتُكَ وَحِلْمُكَ وَلاَيُنْجِيْ مِنْهَااِلاَّ عَفْوُكَ، وَاَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ يَمِيْنِ حَلَفْتُ بِهَا فَحَنَثْتُ فِيْهَا وَاَنَاعِنْدَكَ مَأْخُوْذٌ بِهَا، وَاَسْتَغْفِرُكَ يَالاَاِلهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ، وَاَسْتَغْفِرُكَ يَالاَاِلهَ اِلاَّ اَنْتَ عَالِمُ اْلغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ مِنْ كُلِّ شَيِّئَةٍ عَمِلْتُهَا فِى بَيَاضِ النَّهَارِوَسَوَادِ الَّيْلِ فِى اْلمَلاَءٍ وَّخَلاَءٍ وَسِرٍّ وَعَلاَنِيَةٍ اِلَيَّ وَاظِرٌ اِذَاارْتَكَبْتُهَا تَرَى مَآاَتَيْتُه مِنَ اْلعِصْيَانِ بِهِ عَمَدًا اَوْ خَطَأً اَوْنِسِيَانًا يَاحَلِيْمُ يَاكَرِيْمُ، وَاَسْتَغْفِرُكَ يَالاَاِلهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ، وَاَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ فَرِيْضَةٍ وَجَبَتْ عَلَيَّ فِى آنَآءِ اللَّيْلِ وَاَطْرَافِ النَّهَارِ فَتَرَكْتُهَا عَمَدًا اَوْ خَطَأً اَوْنِسِيَانًا اَوْ تَهَاوُنًا وَاَنَا مَسْئُوْلٌ بِهَا وَمِنْ كُلِّ سُنَّةٍ مِنْ سُنَنِ سَيَّدِاْلمُرْسَلِيْنَ وَخَاتَمِ النَّبِيَّيْنَ مُحَمَّدٍ وَصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَرَكْتُهَا غَفْلَةً اَوْسَهْوًا اَوْ جَهْلاً اَوْ تَهَاوُنًا قَلَّتْ اَوْكَثُرَتْ وَاَنَا عَائِدٌ بِهَا، وَاَسْتَغْفِرُكَ يَالاَاِلهَ اِلاَّ اَنْتَ وَحْدَكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ سُبْحَانَكَ رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ لَكَ اْلمُلْكُ وَلَكَ اْلحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ وَاَنْتَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ نِعْمَ اْلمَوْلى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ ، وَلاَحَوْلَ وَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.  
Artinya : “ Hamba Memohon ampun kepada Allah SWT Yang Maha Agung, tiada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Hidup dan berdiri Tegak, dan hamba bertaubat kepada Allah SWT dari seluruh perbuatan dosa dan maksiat, dari perkara-perkara yang di benci Allah SWT baik di dalam perkataan, perbuatan, pendengaran dan penglihatan yang terbatas, Ya Allah ! sesungguhnya hamba memohon ampun kepada Engkau dari sesuatu hal yang telah aku kerjakan dan yang belum aku kerjakan serta dari perbuatan yang melampaui batas, baik yang tersembunyi maupun terang-terangan dan Engkau lebih mengetahui dari apa yang hamba ketahui, Engkaulah yang Awwal dan Yang Akhir dan kesemuanya atas kehendakMu Ya Allah!. Ya Allah ! hamba juga memohon ampun dari setiap dosa apabila hamba telah bertaubat lalu hamba kembali mengejakanya, dari perbuatan yang hamba kehendaki tetapi Engkau tidak meridhoinya wahai Dzat Yang pandangannya kemuliaan, Ya Allah! Hamba juga memohon ampun dari setiap perbuatan yang mana hamba telah berjanji pada diri hamba dan kepada Engkau untuk mengerjakan atau meniggalkanya lalu hamba menginkarinya, hamba memohon ampun pula dari perbuatan yang mengikuti ajakan hawa nafsu padahal tidak diperbolehkan oleh Engkau lalu hamba mengerjakannya secara diam-diam padahal itu di larang disisimu, hamba juga memohon ampun dari nikmat-nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada hamba lalu hamba gunakan nikmat-nikmat tersebut untuk bermaksiat kepadaMu, hamba juga memohon ampun dari segala dosa yang tidak dapat terampuni dan terangkat selain hanya kepadaMU, tiada ampunan yang lebih luas kecuali Rahmat dan KasihMu, tiada pula yang dapat menyelamatkan kecuali maaf dan ampunanMu, hamba juga memohon ampun dari segala kebaikan yang hamba telah berjanji untuk mengerjakan lalu hamba melanggar janji itu dan berarti hamba telah merampas sesuatu dari sisiMu, hamba juga memohon ampun kepadaMu wahai Dzat yang tiada Tuhan melainkan Engkau, Maha suci Engkau! Sesungguhnya hamba telah termasuk golongan orang-orang yang berbuat Dzolim, hamba memohon ampun kepadaMu, tiada Tuhan melainkan Engkau yang mengetahui yang goib dan Nampak dari setiap keburukan yang aku kerjakan di waktu siang maupun di kegelapan malam, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan dan Engkau menyaksikan akan segala perbuatan maksiat itu baik dilakukan dengan sengaja, lupa atau lalai wahai Dzat yang Maha murah hati dan Maha Mulia, Maha juga memohon ampun kepada Tiada tuhan melaikan Engkau, Maha suci Engkau sesungguhnya hamba telah termasuk golongan orang-orang yang berbuat dzalim dan aniaya. Wahai Tuhanku! Ampuni dan sayangilah hamba dan terimalah taubat hamba karena sesuggunya Engkau maha Penyayang, hamba juga memohon ampun dari setiap kewajiban yang telah Engkau wajibkan atas diri hamba dari permulaan malam hingga akhir siang lalu aku meninggalkan kewajiban itu dengan sengaja, salah dalam mengerjakan,lupa ataupun dengan sebab lalai, hamba juga Akan dimintai pertanggung jawaban atas segala sunah-sunah Nabi Muhammad SAW yang hamba tinggalkan

Referensi : Majmuk Syarif, majlisdzikirnurulabror

Subscribe to receive free email updates: