Bulan Syakban (XVI): Syakban Bulan Al-Quran

Bulan Syakban sebagai bulan yang banyak kelebihan dan keberkahan. Ini juga di sebutkan dalam sebagian Astar disebutkan penamaan Sya’ban dengan Syahrul Qur’an (Bulan Alqur’an). Adalah hal  yang dimaklumi bahwa membaca Alqur’an dianjurkan setiap saat, tetapi dalam saat – saat penuh berkah dan tempat – tempat mulia seperti halnya Ramadhan, Sya’ban, Makkah al Mukarramah dan Ar Raudhah al Musyarrafa (Makam Nabi shallallahu alaihi wasallam) malah lebih dianjurkan. Pendapat demikian dinukil dari sebagian salaf. Ibnu Rajab al Hambali berkata: Kami meriwayatkan dengan sanad Dha’if dari Anas ra yang berkata: [Dulu kamu muslimin ketika masuk Sya’ban maka mereka total terhadap mushaf dan lalu membacanya. Mereka mengeluarkan zakat harta benda sebagai menguatkan orang lemah dan miskin untuk berpuasa Ramadhan.

Salamah bin Kuhel berkata: [Bulan Sya’ban dulu disebut dengan bulan para pembaca (Syahrul Qurra’). Jika masuk Sya’ban maka Hubeb bin Abi Tsabit berkata: “Ini adalah bulan para pembaca”] Adalah Amar bin Qoes al Mula’i, jika masuk Sya’ban maka ia menutup tokonya dan berkonstrasi penuh membaca Alqur’an. Hasan bin Sahl berkata: Sya’ban berkata: “Wahai Tuhanku, Engkau jadikanku di antara dua bulan mulia, lalu apa untukku?” Allah berfirman: “Aku menjadikan pembacaan Alqur’an di dalammu” ( Kitab Latha’if al Ma’aarif fiimaa Li masimil Aam min al Wazha’if li Ibni Rajab hal 157)

Al Allamah Syekh Ahmad bin Hijazi berkata: [Para salaf shaleh berkonsentrasi penuh di dalam Sya’ban dengan membaca Alqur’an maka teladanilah mereka sebab tiada dari kalian kecuali telah mengumpulkan sebagian Alqur’an seperti alfatihah ummul qur’an, ayat kursi, surat ikhlash, muawwidztain dll. maka hendaknya seseorang sibuk dengan yang ia kumpulkan (hafalkan) dibulan ini. ( kitab Tuhfatul Ikhwan lis Syekh Ahmad bin Hijazi al Fasyni hal 78).

 Termasuk keistimewaan Alqur’an adalah Allah memerintahkan hambaNya agar beribadah dengan membacanya. Dia menjanjikan pahala dariNya dan kedekatan kepadaNya hanya karena mengulang-ulang lafazhnya meski tanpa ada disertai pemahaman. Apalagi jika pembaca menyertakan pemahaman dalam bacaannya, tentu Dia akan menambah pahala di atas pahala.

Ini sebagaimana di ungkapkan dalam Al-Quran,berbunyi:“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaanyang tidak akan merugi,  agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri “(QS Fathir : 29 – 30.)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh. Aku tidak mengatakan Alif laam miim satu huruf tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf” HR Turmudzi. Juga sabda Beliau shallallahu alaihi wasallam: “Ibadah umatku yang paling utama adalah membaca Alqur’an” (Hadits Dha’if dari Anas ra tetapi menjadi kuat karena hadits lain)

Keistimewaan ini menjadi ciri khusus Alqur’an. Adapun selain Alqur’an maka tidak ada pahala hanya dengan membacanya saja, melainkan harus dengan konsentrasi dan renungan. Sampai shalat yang merupakan tiang agama, tidak ada pahala bagi orang yang shalat kecuali sebanding dengan kadar di mana ia berfikir / konsentrasi dalam shalat.

Membaca Al-Quran juga sebagai pemberi syafaat. Ini sebagaimana di jelaskn dalam sebuah hadist. Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Beliau bersabda:“Kelak Alqur’an datang pada hari kiamat seperti seorang lelaki muda dan lalu berkata: Apakah kamu mengenalku? Akulah yang dulu menjadikan malammu begadang dan siangmu penuh dahaga”

Ibnul Mubarak meriwayatkan dalam Ar Raqaiq bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Puasa dan Alqur’an kelak akan memberi syafaat kepada hamba. Puasa berkata: Aku mencegahnya dari makanan, keinginan dan syahwat di siang hari, maka terimalah syafaatku untuknya!. Alqur’an berkata: Aku mencegahnya tidur di malam hari maka terimalah syafaat saya untunya! Keduanya pun lalu memberikan syafaat”

Dalam riwayat Abu Umamah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallambersabda:
 “Bacalah Alqur’an karena kelak ia akan datang di hari kiamat sebagai pemberi syafaat kepada para pemiliknya” HR Muslim.. dalam riwayat yang lain, Rasulullah Saw juga bersabda: “Alqur’an adalah pemberi syafaat yang diterima syafaatnya, pembela yang dibenarkan. Barang siapa menjadikan Alqur’an di depannya maka ia akan menuntunnya ke surga. Barang siapa yang menjadikan Alqur’an di belakangnya maka ia akan menggiringnya ke neraka” (HR Ibnu Hibban dari Jabir ra)

Rujukan : kitab Madza fi Sya’ban karya Abuya As Sayyid Muhammad Al-Maliki (Shofwatuna.org)


Subscribe to receive free email updates: