Teori Komunikasi Massa

Dalam dunia komunikasi dikenal banyak teori, salah satu diantara kajian pada studi tersebut teori komunkasi massa. Salah seorang pakat komunikasi dunia Dennis McQuail. Dalam pandangan beliaujenis dan teori komunikasi massa itu sangat banyak, diantaranya, pertama, Teori Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Scientific Theory). Dalam teori ini berdasarkan pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan sifat dasar, cara kerja, dan pengaruh komunikasi massa yang bersumber dari  observasi sistematis yang sedapat mungkin diupayakan bersifat objektif. Sumber teori ini merupakan kenyataan tentang media. Dalam penerapannya jenis teori ini sering bergantung pada ilmu sosial lainnya.


Kedua, Teori Normatif (Normative Theory). Dalam teori ini berkenaan dengan masalah bagaimana seharusnya media berperan ketika serangkaian nilai sosial ingin diterapkan dan dicapai sesuai dengan sifat dasar nilai-nilai sosial tersebut. Jenis teori ini begitu pennting karena berperan dalam membentuk institusi media. Bahkan media berpengaruh besar dalam membatu apa yang diharpkan oleh publik media, organisasi, serta pelaksana organisasi sosial itu sendiri.KetigaTeori Praktis (Operational Theory)Pada awalnya teori ini dikembangkan oleh para praktisi media. Teori ini menyuguhkan penuntun tentang tujuan media, cara kerja yang seharusnya diharapkan agar seirama dengan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan sosial yang sifatnya lebih abstrak, serta cara-cara pencapaian beberapa sasaran tertentu. Sebuah teori masuk dalam rumpn teori praktis karena bisa membentu menemukan jawaban masalah.

Keempat, Teori Akal Sehat (Commonsense  Theory). Karakteristik teori ini merupakan pengetahuan (dan gagasan) yang dimiliki oleh setiap orang dengan begitu saja atau melalui pengalaman langsung dengan masyarakat. Setiap pembaca surat kabar atau penonton televisi mempunyai teori sendiri (mempunyai seperangkat gagasan) tentang media  tersebut. Kelima, Teori Masyarakat Massa. Paparan dalam teori ini menekankan ketergantungan timbal balik antar institusi yang memegang kekuasaan dan integrasi media terhadap sumber kekuasaan sosial dan otoritas. Dengan demikian isi media cenderung melayani kepentingan pemegang kekuasaan politik-ekonomi. Namun demikian, meskipun media tidak bisa diharapkan menyuguhkan pandangan kritis atau tinjauan lain menyangkut masalah kehidupan, media tetap memiliki kecenderungan untuk membentu publik bebas dalam menerima keberadaannya sebagaimana adanya.

Keenam, Teori Media Politik-EkonomiTeori media politik-ekonomi merupakan nama lama yang  dihidupkan kembali untuk digunakan dalam menyebutkan sebuah pendekatan yang memusatkan perhatian lebih banyak pada struktur ekonomi daripada muatan (isi) ideoligis media. Teori ini mengemukakan ketergantungan ideologi pada kekuatan  ekonomi dan mengarahkan perhatian penelitian pada analisis empiris terhadap struktur pemilikan dan mekanisme kerja keuatan pasar media. Menurut tinjauan ini, institusi media harus dinilai sebagai bagian dari sistem  ekonomi yang juga bertalian erat dengan sistem politik.

Ketujuh, Teori Hegemoni Media. Dalam teori ini kurang memusatkan perhatian pada faktor ekonomi dan struktur ideologi itu sendiri, bentuk ekspresi, cara penerapan, dan mekanisme yang dijalankannya untuk mempertahankan dan mengembangkan diri  melalui kepatuhan para korbannya (terutama kelas pekerja), sehingga upaya itu berhasil mempengaruhi dan membentuk alam pikiran mereka. Perbedaan teori ini dengan pendekatan Marxis klasik dan pendekatan politik-ekonomi terletak pondasi pada pengakuannya terhadap lebih besarnya kadar ketidaktergantungannya pada kekuatan ekonomi. Ideologi sebagai salah satu definisi reaalitas yang kabur dan gambaran hubungan antarkelas, atau hubungan inajiner para individu dengan kondisi keberadaan mereka yang sebenarnya tidaklah dominan dalam pengertian bahwa ideologi itu dipaksakan oleh kelas penguasa, tetapi merupakan pengaruh budaya yang disebarkan secara adar dan dapat meresap, serta berperan dalam menginterpretasikan pengalaman tentang kenyataan. Proses interpretasi ini berlangsung secara tersembunyi, tetapi terjadi secara terus-menerus.

Denis McQuail menambahkan teori selanjutnya bernama Teori Masyarkat InformasiPada dasarnya masyarakat informasi(masyarakat pascaindustri) adalah masyarakat yang menilai informasi sebagai sumber daya, sarana produksi, dan produk utama yang paling berharga. Oleh karena itu, mayoritas tenaga kerjanya adalah pekerja informasi. Di samping itu, berdasarkan beberapa indikasi lainnya informasi mengandung nilai ekonomi dn sosial yang dominan. Kategori pekerjaan informasi memiliki lingkup yang sangat luas, termasuk semua orang yang pekerjaannya berkaitan dengan produksi, pengolahan dan distribusi informasi atau produksi teknologi informasi. Pada semua lapisanmasyarakat maju semua bidang tersebut cenderung mengalami perkembangan yang sangat cepat


Sumber : Denis McQuail. Teori Komunikasi Massa Suatu Pengentar Edisi Kedua. Terjemahan Agus Dharma,dkk. Jakarta: Penerbit Erlangga. 1987,

Subscribe to receive free email updates: